PENUTUP SEBUAH KISAH
·
Dulu..
memang ada cerita antara aku dan dia
cerita ketika dunia begitu penuh dengan warna bebungaan
waktu yang terisi oleh aroma wewangian
sekuntum mawar pun pernah iya sematkan
di lubuk hatiku
ini masihlah berkisah tentang dulu ..
ketika pernah disuatu malam yang beranjak tua,
diantara dedaunan yang merimbun
dan pepohonan yang diam dalam beku.
disanalah kita diam khusyuk dalam semedi panjang
tak mau saling terusik sekalipun oleh suara jangkrik.
dan ini pun masihlah tentang dulu..
tentang cerita aku dan dia
ketika sempat kuraba gerak gerik gundah di hatinya
saat detak detak jam membuat berdebar debar
kala tangisan dan raungan kesakitanku pernah iya dengar
tetapi kini penaku berkisah tentang saat ini
ketika aku harus berlalu tanpa seucap kata pun.
kakiku telah jauh melangkah tuk melanjut pergi
mungkin akulah penyair yang sering kau tampar lewat kalimatmu.
telah kutelan kesakitanku
wajahku bahkan telah lebam.
lalu..
untuk apa lagi sebuah sajak harus berkisah.
biarkan saja kalimat menutup kisahnya
bagi iya yang telah menjadi pemberi tanda titik yang kasar.
dan si pemegang tanda baca yang tidak pernah dapat aku ungkap.
dibuat oleh : VERONICA VERO
Bandung , 20 November 2012
memang ada cerita antara aku dan dia
cerita ketika dunia begitu penuh dengan warna bebungaan
waktu yang terisi oleh aroma wewangian
sekuntum mawar pun pernah iya sematkan
di lubuk hatiku
ini masihlah berkisah tentang dulu ..
ketika pernah disuatu malam yang beranjak tua,
diantara dedaunan yang merimbun
dan pepohonan yang diam dalam beku.
disanalah kita diam khusyuk dalam semedi panjang
tak mau saling terusik sekalipun oleh suara jangkrik.
dan ini pun masihlah tentang dulu..
tentang cerita aku dan dia
ketika sempat kuraba gerak gerik gundah di hatinya
saat detak detak jam membuat berdebar debar
kala tangisan dan raungan kesakitanku pernah iya dengar
tetapi kini penaku berkisah tentang saat ini
ketika aku harus berlalu tanpa seucap kata pun.
kakiku telah jauh melangkah tuk melanjut pergi
mungkin akulah penyair yang sering kau tampar lewat kalimatmu.
telah kutelan kesakitanku
wajahku bahkan telah lebam.
lalu..
untuk apa lagi sebuah sajak harus berkisah.
biarkan saja kalimat menutup kisahnya
bagi iya yang telah menjadi pemberi tanda titik yang kasar.
dan si pemegang tanda baca yang tidak pernah dapat aku ungkap.
dibuat oleh : VERONICA VERO
Bandung , 20 November 2012
No comments:
Post a Comment