Tuesday, December 4, 2012

CERITA BERBINGKAI SAJAK


pagi sudahlah lewat
rembulan sudah tak ada
surya pun telah menaiki dan diam diatas kepala kita
kita masihlah meraba raba sisa  sobekan hati
setelah kita bersama merasakan meditasi yang khusyuk
diam dalam kebisuan, tak mau saling terusik
sepenggal kalimat penghangat pun mulai bermain di balik rasa

.." aku telah menutupnya. mengapa kau membukanya?"

kau pun menjawabnya :

".. bagaimana kau menutupnya, sementara akulah pemegang kunci nya...
kau boleh menutupnya seperti aku boleh membukanya seperti kau tau dan aku pun tau
kita sama sama memegang kuncinya .."

ada memang gugupnya ucapanmu
ada juga kalimatku yang tak menentu dan terbata
tapi satu sajak dapat bercerita
satu puisi mampu membaca
bahwa sepenggal rasa itu masih kita miliki
seperti  seuntai jaring
seperti seuntai kawat sama sama saling mengikat.
itu ceritamu dan ini ceritaku
cerita yang sama sama kita bingkai dengan sajak
untuk kelak ketika masa tua kita mulai meranjak meninggalkan banyak jejak.

by Veronica Vero
Read More - CERITA BERBINGKAI SAJAK

PENUTUP SEBUAH KISAH

PENUTUP SEBUAH KISAH

·
Dulu..
memang ada cerita antara aku dan dia
cerita ketika dunia begitu penuh dengan warna bebungaan
waktu yang terisi oleh aroma wewangian
sekuntum mawar pun pernah iya sematkan
di lubuk hatiku

ini masihlah berkisah tentang dulu ..
ketika pernah disuatu malam yang beranjak tua,
diantara dedaunan yang merimbun
dan pepohonan yang diam dalam beku.
disanalah kita diam khusyuk dalam semedi panjang
tak mau saling terusik sekalipun oleh suara jangkrik.

dan ini pun masihlah tentang dulu..
tentang cerita aku dan dia
ketika sempat kuraba gerak gerik gundah di hatinya
saat detak detak jam membuat berdebar debar
kala tangisan dan raungan kesakitanku pernah iya dengar

tetapi kini penaku berkisah tentang saat ini
ketika aku harus berlalu tanpa seucap kata pun.
kakiku telah jauh melangkah tuk melanjut pergi
mungkin akulah penyair yang sering kau tampar lewat kalimatmu.
telah kutelan kesakitanku
wajahku bahkan telah lebam.
lalu..
untuk apa lagi sebuah sajak harus berkisah.
biarkan saja kalimat menutup kisahnya
bagi iya yang telah menjadi pemberi tanda titik yang kasar.
dan si pemegang tanda baca yang tidak pernah dapat aku ungkap.

dibuat oleh : VERONICA VERO
Bandung , 20 November 2012
Read More - PENUTUP SEBUAH KISAH

Friday, August 12, 2011

Journey to Lake Toba

View of Lake Toba
     Lake toba, is the largest year round lake in Southest Asia. Lake Toba is created by the massive Toba eruption that happened about 69,000–77,000 years ago. LakeToba is approximately 1707km long and 900 m above sea level. Lake Samosir island is bigest island in center of Lake Toba approximately 630 m2 as a bigest island whitin an island.

     ‘Horas’ is the traditional Batak greeting and it’s delivered with great gusto, as are a few glasses of Tuak (Palm Wine) to warm up the pipes for the music-loving Batak. Batak is used to refer the original resident of North Sumatra. The areas referred to as their country is stretching from Medan up to the areas around lake Toba and further South in Mandailing regency, the border of West and North Sumatra. Batak has four sub group those are Batak Karo, Batak Toba, Batak Mandailing, and Batak Simalungun. There is no physical and social differences, just a slight different in not visible behavior and dialect. Their different names refers the area where they live.
  
Lake Toba have much interesting place that you like to visit.
  •  Samosir Island  

     To reach Samosir island, we must to go across from Ajibata in Parapat to Tuk-tuk is Approximately 60 minutes by boat, or use  main road from Pangururan.  Whatever the choice, we shall find different attractionboth of them. We can also go to the other place suck as Tomok,
    Ambarita, etc.
    http://www.asiaexplorers.com/indonesia/samosir_island.htm 
                                                                                                                                                                                                       

     
    Sigale-gale (Samosir)


     Sigale Gale is a wooden puppet from the Batak people of Samosir Island, Northern Sumatra. Sigale Gale is a well known feature to tourists who visit the island and see it dance. During the dance, the puppet is operated from behind using strings that run through the ornate wooden platform that it stands on enabling it to move its arms and body as well as turn its head. There are a few versions of Sigale Gale in existence but the main one sits outside one of the many traditional Batak style houses in Tomok Village, Samosir Island.
    Batak house is called "Uma" or "Jabu"
    •  Bakkara
    Bakkara is a place where a Batak King lives (Sisingamangaraja). Bakara have much beautiful place to viewed,  besides that Bakara was to be historic for Bataks people. We able to looking the historical ruins of dynasty of Sisingamangaraja suck as Sisingamangaraja Palace, Batu Siungkap-ungkapon, a cane of Sisingamangaraja / tongkat Sisingamngaraja ( not in literal), Tombak Sulu-sulu, Footprint Sisingamangaraja elephant, and many more.
    Lake Toba view from Bakkara
    Sisingamangaraja Palace
    • Muara                                                                                                                                            
     Muara has a potential a tourism that i have been to visit, unfortunately too little observe from local government.
    Lake Toba view from Muara Sitanggor.



    These places only a part from a lot of many location in nort Sumatera, There's many beautiful place that you should to see such as Lauser National park, Salib Kasih in Tarutung, Sipiso-piso water fall, Berastagi, Balige, Humbo batu in Nias  island, and many more. If you interesting to visit Nort Sumatera come and enjoy the friendliness and fineness it



    free counters
    Read More - Journey to Lake Toba